Mari... kan kuajak berkontemplasi
Kan kita cari makna tiap detik yang dilalui
Saat canda tawa dan tangis lara menemani
Tak kita pungkiri, kawanku...
Delapan tahun bukan waktu yang sekejab untuk mudah saling berlalu
Delapan tahun bukan waktu yang dangkal
untuk mudah mengubur rajutan cerita
Walau kita enggan tuk beranjak
Waktu kan tetap pisahkan kita
Mengakhiri semua yang tengah terjalin
Menutup usai cerita yang tengah tercipta
Kan kita cari makna tiap detik yang dilalui
Saat canda tawa dan tangis lara menemani
Tak kita pungkiri, kawanku...
Delapan tahun bukan waktu yang sekejab untuk mudah saling berlalu
Delapan tahun bukan waktu yang dangkal
untuk mudah mengubur rajutan cerita
Walau kita enggan tuk beranjak
Waktu kan tetap pisahkan kita
Mengakhiri semua yang tengah terjalin
Menutup usai cerita yang tengah tercipta
Maka, kawanku..
Patrikan sungguh semua lazuardi kenangan di kalbu
Jadikan ia sebenarnya diorama di kerajaan hatimu
Tersenyumlah penuh makna
Dengan selaksa cita yang kini akan kita tata
Semoga Allah Sang Maha Pengasih
Ijinkan kita kembali bersua
*Aku percaya, Tuhan punya rencana yang lebih indah dari perpisahan.
Selamat merenda jalan cita baru
Selamat mengarung samudera nan biru
Patrikan sungguh semua lazuardi kenangan di kalbu
Jadikan ia sebenarnya diorama di kerajaan hatimu
Tersenyumlah penuh makna
Dengan selaksa cita yang kini akan kita tata
Semoga Allah Sang Maha Pengasih
Ijinkan kita kembali bersua
*Aku percaya, Tuhan punya rencana yang lebih indah dari perpisahan.
Selamat merenda jalan cita baru
Selamat mengarung samudera nan biru
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar