Lalu sampai pula amplop putih itu di telapak tanganku yang mulai lelah
"Terima kasih, Tuhan."
Kau kabarkan kemenangan melalui cemeti
Hingga lenguhan jadi ringkikan lari
dan api
yang terus berpercik dihentak anjak kaki
Aku juara!
Karena bukan hanya syukur
Kau godok pula sabar dan pacu!

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
2 Jejak:
Aku menang...
Memang kita lah sang pemenang
Ingatkah saat kita masih potensi?Berenang dengan bermilyar kompetitor hanya untuk menggapai sang ovum
karena kita ada sekarang, berarti kitalah pemenangnya!!!
He heh...
Duniamu nyaris sama dengan duniaku, semacam memuja seseorang di sana. Betulkah, itu?
Posting Komentar