kutiti dengan penuh hati-hati
terguncang juga ini hati
meski tak terperinci
Aku ingin pergi
tapi untuk apa
jika ini hati
akan tetap di sini
temani sang puteri
membelai dalam mimpi sejati
temani sang puteri
atas luka tertusuk duri
ah.. hati kau tak bisa kompromi
untuk tetap di sini
ah.. biarlah bersama hati
mengitari hidup tanpa warna
tanpa rasa

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar