Sesumbar yang dulu menggelar
kini tergeletak di meja altar
air penyesalan berkobar membakar
seluruh raga bergidik bergetar
lagi...
di sana kutorehkan luka memar
kapankah aku kan sadar
tanpa pengulangan kelakuan
setiap tingkah pembuat pesakitan
sebentar
sesal ini lahir
lalu laku brutal bereinkarnasi
tapi kini
aku benar-benar sadar dan menyesali
atas luka yang tak mungkin terobati
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar