Kekasihku. Merindukanmu adalah cinta. Adalah kemauan siapapun.
Senja untuk berhenti, dan kita duduk menjadi satu dimensi.
Panorama kesempatan menahan laju sang waktu
Itulah hidup kita
Rindu kita tiada di akhir penyatuan,
kecuali senja ini tak pernah berganti malam yang binasa
ditelan dalamnya gelap-gelap.
Namun mengerti pertemuan jiwa kita, masih mencipta harapan-harapan dunia ini terus ada
Melahap kehilangan satunya kalbu kita
Tentu juga kebinasaan cinta semesta
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar