Aku hanyalah renik dari semesta
Yang berusaha menjadi seperti yang kau minta
Akulah setitik air di laut
Yang selalu mendekap rasa takut
Akulah sang debu ditengah sahara
Bermutasi menjadi kobar api membara
Aku memang pengecut
Tapi adamu selalu jadi pelecut
Walau aku tak punya adiwidia
Tuk ungkap seluruh makna
Tapi aku masih ada kamu
Kekuatanku dalam mengarung menempuh
Meretas shirat rengkahan cahaya
Kamu selalu kokoh menjadi pilar asa
Kamu….
Ini kupersembahkan setangkup kata-kata
Kucoba jadikannya curah hujan di padang sahara
Kalau kamu kurang suka
Maafkan kealpaan adiratna
Adiratna hanya tak ingin tersisih dari ingatan seorang pujangga di seberang lautan…
Bolehkah…?

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
Keren abisssssssssssssss
Posting Komentar