Disebabkan oleh kefanaan kau lalu berjuang,untuk membakakan hatimu yg muram.
Biarlah musnah kemewahan rubi,mutiara,dan berlian.
Cukuplah setetes airmata ini,Taj Mahal ini,yang tersisa.
Kemilau,tiada ternoda,di pipi waktu,selalu dan selamanya."
-Rabindranath Tagore-
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar