Mentaripun menggebu
memancarkan sinarnya di sela-sela sudut kelabu
mencairkan hati yang membatu.
Biarlah semuanya berlalu
walau tak sempat tersentuh.
Karena hati tak boleh layu
dalam sujudku di waktu subuh...
*Zahrahan
memancarkan sinarnya di sela-sela sudut kelabu
mencairkan hati yang membatu.
Biarlah semuanya berlalu
walau tak sempat tersentuh.
Karena hati tak boleh layu
dalam sujudku di waktu subuh...
*Zahrahan

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar