Dia tak peduli apa kata mereka
Dia tetap mencintai cinta
Dia tak putus asa melawan coba
Karena dia mencintai cinta
Dia tetap bahagia
Walau cinta bukan untuknya
Karena dia mencintai cinta
Dia tetap tertawa walau luka menganga di dada
Karena dia mencintai cinta
Tanpa peduli apakah cinta bersamanya terlahir untuknya
Atau
Bahkan tidak dimilikinya
Cinta tetap di hatinya
Cinta tetap di jiwanya
Cinta tetap dicintainya
Karena dia terlahir untuk mencintai cinta
Dia tetap mencintai cinta
Dia tak putus asa melawan coba
Karena dia mencintai cinta
Dia tetap bahagia
Walau cinta bukan untuknya
Karena dia mencintai cinta
Dia tetap tertawa walau luka menganga di dada
Karena dia mencintai cinta
Tanpa peduli apakah cinta bersamanya terlahir untuknya
Atau
Bahkan tidak dimilikinya
Cinta tetap di hatinya
Cinta tetap di jiwanya
Cinta tetap dicintainya
Karena dia terlahir untuk mencintai cinta

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar