Masih kueja rapat bayangnya dalam gelap
digayut tirta menetes perlahan.
Basah. Jatuh dalam kubangan tak berbatas
Bibit resah itu terpapar kembali
Menyemai duka yang dipendam di sini
Lazuardi inspirasi terbesarku terbang sudah.
: Hilang tak ada
Lenyapkan seperdetik bahagiaku
tinggalkan seperdetik kesenangan milikku
Belum puaskah kau lara?
Semayam di bumi tandus kalbu
dan mencacah tiap citaku?!!
100307, 11:51
digayut tirta menetes perlahan.
Basah. Jatuh dalam kubangan tak berbatas
Bibit resah itu terpapar kembali
Menyemai duka yang dipendam di sini
Lazuardi inspirasi terbesarku terbang sudah.
: Hilang tak ada
Lenyapkan seperdetik bahagiaku
tinggalkan seperdetik kesenangan milikku
Belum puaskah kau lara?
Semayam di bumi tandus kalbu
dan mencacah tiap citaku?!!
100307, 11:51

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar