Batu kali ini yang sedang kupijaki.
Di sini kau telah membantuku memilih
Menyucikan dirikah atau justru langkahkan kaki pergi...
Untuk itu terima kasih telah memberi arti di pagiku ini.
Mataku memang jauh tak melihatmu,
tanganku lelah walau tak pernah menyentuhmu,
tapi jauh dari lubuk hatiku jiwaku bernafas hatiku sangat merasakanmu.
Matamu kulihat, gerakmu menjelas,
dan jahirmu kurasa walau semua tak kudekap.
Minggu, September 27, 2009
Jejakmu
Rintik: Purnama Kata
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 01.04
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar