Minggu, September 27, 2009

Hati



Kusedia hati akan berbakti,
Dalam tubuh kau berkuasa
Dalam dada kau bertahta.
Tak kenal tamat ketika dinikmati

Maka harus segera kutulis seribu koma

Pada cinta yang berlaksa

Pada rindu yang berjuta.  
Agar aku mengerti bahwa puisi tak mengenal usia,  
menyimpan alamat yang lamat-lamat tak usai-usai.  



Maafkanlah aku,  
Bahkan dalam reruntuhan jiwaku  
Aku tak tahu di mana kini kau tertimbun.  
Suatu saat kelak, 
semoga kau akan tau telah bertumbuh sungai lain dalam diriku.  
Airnya terus mengalir di kedua mataku.

0 Jejak:

Buku Tamu
Link To Me
Nasihat / Comment
Thiya's Plurk
Daftar Isi
   Koridor Silaturahim Semesta Sajak Renjana