Ku ucapkan salam
Di penghujung bait indah ini menjelang
meskipun hari indah tak bertandang
biar kurasa lara lari ketakutan
Kembali kusapa dirimu dengan salam
yang membawa kita pada latar perpisahan
mengenang lagi rasa yang terabaikan
kuantar bayangmu di tepi pundi hari
walaupun tak kusangka
mandau kenangan silam menyerbu
meski beribu tameng kupamerkan
segan rupanya ia untuk redup
Kuantarkan sapa salam lewat bayu
yang kulihat ia antarkan pesanku
menubruk awan kelam
hingga mungkin salamku telah
kau terima dengan muka malu
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar