Terhambat, tercegat dalam dimensi yang aku tak memahaminya.
Dan kau hadir dalam hidupku
Membuat ciut tak bernyali.
Tatkala mata bertatap, malu ragu membaur menjadi satu.
Di hujung yang tak berpangkal, di sisi yang tak bertepi
Kutemukan kau dalam bait-bait cintaku.
Dan aku tetap menulis namamu dalam cemas, duka, dan tangisku.
Karena aku takut kehilanganmu.
Dan kau hadir dalam hidupku
Membuat ciut tak bernyali.
Tatkala mata bertatap, malu ragu membaur menjadi satu.
Di hujung yang tak berpangkal, di sisi yang tak bertepi
Kutemukan kau dalam bait-bait cintaku.
Dan aku tetap menulis namamu dalam cemas, duka, dan tangisku.
Karena aku takut kehilanganmu.

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar