Kamis, Februari 02, 2012
Memanggil Namamu
Itu. Di antara puncak kota dan ladang perdu.
Aku memanggil namamu.
Berpikir bodoh mungkin suaraku bisa menembus waktu,
sejauh-jauh kata rindu..
~ Thiya Renjana ~
17012012 - 07:50PM
Rintik: Pangeran Hati
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.32
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar