Sabtu, Desember 03, 2011
Kertas Tak Berwarna
Kertas tak berwarna tapi tersibghah cahaya Illahi.
Yang di tiap coretan tintanya menyisip doa untukmu lagi dan lagi.
Kamu mungkin tak tahu, tapi namamu terlanjur menjadi puisi.
Di dada sebelah kiri.
~ Thiya Renjana ~
29 November jam 20:39
Rintik: Pangeran Hati
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 23.35
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar