Ada saatnya yang terbaik untuk dilakukan hanyalah benar-benar diam.
Tertawa sendirian, membincangi denyut ingatan dan mimpi usang yang terlanjur keterlaluan.
Mereka mengataiku gila, tapi ini benar-benar cinta.
Mereka menganggapmu fatamorgana, tapi sungguh engkau begitu nyata.
Engkaupun mulai tak percaya, bagaimana bisa?
~ Bahauddin Amyasi ~
Jumat, September 09, 2011
Ini Cinta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar