Rabu, Juli 20, 2011
Engkau Tahu?
Engkau tahu? untuk membuat puisiku menderu,
aku hanya butuh memandang kejap senyummu lebih dulu.
hingga angin mampu membinarkan detak rindu,
di jantungku namamu kian bertalu-talu.
engkau tahu? sebab senyummu kadang benar-benar keterlaluan,
ia kerap membuatku syakau sendirian.
~ Bahauddin Amyasi ~
Surabaya, 19 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar