Sebuah perpisahan…
Seindah apapun cara kita melewatinya,
Tetap tak kan mampu
Menepikan rasa kehilangan….
~ Thiya Renjana ~
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
2 Jejak:
ketika kita kehilangan
maka menetes air mata kesedihan
bukan karena dia yang hilang melainkan karena kita yang sudah tidak memiliki
dan apabila kita telah berpunya
maka yang hilang betul-betul telah terlupakan
perpisahan hanyalah
suatu jeda
antara
suatu episode
ada dan tiada
Posting Komentar