Satu koma lagi dan kita akan menemu titik
Sebuah titik jendela mahabbah kita
Menuju apa-apa yang kita sebut surga..
Tak tersia menanti
Dengan setiap kali suaramu memanggil dari dinding kamarku
Menjadi sebenar teman tidurku
Saat itu aku tahu
Ternyata orang menanti tak pernah kesepian
Orang mengira ia sendirian,
padahal ia berdua dengan harapan...
Sebuah titik jendela mahabbah kita
Menuju apa-apa yang kita sebut surga..
Tak tersia menanti
Dengan setiap kali suaramu memanggil dari dinding kamarku
Menjadi sebenar teman tidurku
Saat itu aku tahu
Ternyata orang menanti tak pernah kesepian
Orang mengira ia sendirian,
padahal ia berdua dengan harapan...
~ Bandung, 07042010 02:18 PM ~

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar