Semoga,
Sayap patahku cukup menghangatkan Mahadewa hati
Yang melambungkan bahagiaku
Meneduhkan di saat diri telah merapuh
Kini aku mengerti arti penantian
Memahami makna gelombang sebelum daratan
Saat dewi kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
Binar mataku cahaya di jiwanya
Dia labuhan hatiku...

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar