Hujan begitu deras. Begitu ritmis! Ada segelombang badai bening yang terasa. Dan sampai rinainya kembali tenangpun, gelombang itu tak kunjung susut.
Sabtu, Desember 26, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 01.00
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
Sampai kapan menunggu gelombang itu susut,,, bukanya kamu udah tahu bahaya gelombang itu, kamu g' perlu khawatir....
Posting Komentar