Sabtu, November 07, 2009
Luruh...
Ia sembunyikan sebuah luka
Luka yang lara karena salah memaknai kehidupan
Luka yang nganga karena tertipu dunia
Ia tak berani teriak lantang
Ia juga tak kuasa tertawa bebas
Ia..
Hanyalah bisa merejam duka sanubari
Merujit-rujit hatinya menjadi debu
Hancur.
Luruh satu-satu ditiup bayu...
Rintik: Purnama Kata
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.29
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
baris ketiga ada kata "lua"
itu "lua" atau "luka"?
Posting Komentar