Pada setiap keadaan dan saat
Pada malam aku bersiang dengan bara bercahaya
Bukankah berulang kuberteriak aku cinta?
Haruskah kupinta pada gelap
Aku tak inginkan senyap
Melamar kelopak ragaku tersekap buai duri
Bahwasanya..
Tak siapa merayu
Pun kusesal takkan pernah
Bila engkau hanya tuk dia
.......
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar