.Ketika cinta berfikir.
Akankah ada kesempatan yang sama di hari esok?
Ataukah pengulangan waktu di kala besok?
Sedang segala kenangan tinggal angan.
Serak saat kuteriak,
dalam jejalan puing rindu yang bergelimpangan.
Hingga kuberfikir tuk melayangkan sapa dengan senyum seluas samudera.
Akankah ada kesempatan yang sama di hari esok?
Ataukah pengulangan waktu di kala besok?
Sedang segala kenangan tinggal angan.
Serak saat kuteriak,
dalam jejalan puing rindu yang bergelimpangan.
Hingga kuberfikir tuk melayangkan sapa dengan senyum seluas samudera.


“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar