Keberuntungan menggantung
biarkan hidup terkatung
kau dan aku sama mematung
bahagia tak lagi menyelubung
mari kita kaji lagi
arti perpisahan ini
yang mempunyai berjuta misteri
tak kan terungkap kalau hanya ditangisi
mari kita tegak berdiri
bersedekapan meski dalam hati
mudah-mudahan segala mimpi
menjadi terang di kemudian hari

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
sekali lagi. minta ijin nglink lagi. . . :)
Posting Komentar