*** LAMOR ***
Mentari berbisik pada rembulan
"Adakah kebohongan kala malam?"
Rembulanpun menjawab,
"Jika kenyataan lebih indah,
buat apa harus diwarnai dengan dusta?"
Mentari tersenyum sambil berkata,
"Jika demikian, maka selesailah tugasmu mengindahkan malam.
Walau hening, kini giliranku mengindahkan pagi, siang,
dan sore yang sangat bising."
*Zahrahan
Mentari berbisik pada rembulan
"Adakah kebohongan kala malam?"
Rembulanpun menjawab,
"Jika kenyataan lebih indah,
buat apa harus diwarnai dengan dusta?"
Mentari tersenyum sambil berkata,
"Jika demikian, maka selesailah tugasmu mengindahkan malam.
Walau hening, kini giliranku mengindahkan pagi, siang,
dan sore yang sangat bising."
*Zahrahan

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar