
Ia bukan hanya puisi
ia juga puisi
yang tiadanya jadikanku tak terdefinisi
Ada bagian diri yang hilang
Lelah mendapati kenyataan bahwa yang kucakapkan hanyalah huruf
tak pernah habis kata-kata bercerita tentangnya
Hingga rinainya terus gugur satu-satu
Mengalih rindu di ujung waktu
Adakah mungkin ia tahu
walau terbaring kumasih menyebut semua nama-namanya
Andai boleh jujur dan melepas kemunafikan
Rasa itu selalu hadir
Tanpa bisa kucegah
170307
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
0 Jejak:
Posting Komentar