Susah payah kucoba
Mendekap kabut di altar khayal maya
Hanya agar asaku purnama
Memeluk remang yg menyelar di pelataran gamang
Seperti saat di mana ku memandang luka
Dalam satu fenomena yang nyata
Kukutip satu sabda
Sang pandita ratu di surga
Menyahut amin pada ikrar yang erat didusta
Ah, akulah yang resah
Memandang kesima waktu dan jarak
yang jauh tuk kuterka
Kapanlah tiba
Impian yang terlalu dalam di kawah angan dan cita
Senin, September 14, 2009
Ah, akulah yg resah
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 01.59
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
1 Jejak:
resah lagi...resah lagi...kapan senegnya...???
ratu disurga itu kayak apa sich..emang pernah liat...???
Posting Komentar