... Gerimisnya muram.
Bertahun aku merasa pucat,
tanpa bisa menjelaskan bagian mana yang sakit.
Selama berbilang waktu aku hanya ingin mengasing ke deru pantai paling sepi.
Meski aku tau,
dengan mengingatmu saja sudah menangkapku pada lengang paling pekat.
Selamanya, aku tak rela.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 27032011 - 09:00PM






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar