terasa membingkis luka lama.
Seperti menguliti kenangan yang nganga?
Tidak mudah memang, untuk bicara pada kenangan.
Karena meski tak lekang oleh waktu, ia tak lebih dari bayang-bayang.
Tidak mudah memang, untuk bicara pada kenangan.
Karena meski tak lekang oleh waktu, ia tak lebih dari bayang-bayang.
........
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 25032011 - 11:47PM






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar