Istana pucat itu penuh debu, tak berpenghuni.
Sudah tak ada bunga matahari dan melati.
Yang tersisa hanya angin dingin dan edelweis basah.
Sesungguh hati aku memohon,
jangan tambahi jelaga juga sarang laba-laba.
Istana pucat itu, hatiku.
~ Thiya Renjana ~
Palasari Bandung, 30032011 - 10:24AM
tersinggung respon komentarnya






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar