Jumat, April 08, 2011
Sajak Bebuku, episode tiga
Membacamu aku belajar berkaca
Menelisik jejeran huruf tabah yang langka
Kala mendung dan gerimis kecil merambati jendela
Aku membacamu sepenuh hati, senjakala
Mengintipmu jatuh ke tulisan yang sama
Tak lelah
Maka telah menjadi kekasih gelapkah aku?
Sebab aku miliki rindu yang gelap jua
~ Thiya Renjana ~
07042011,17:19PM
Bandung, dalam angkot Ciparay-Tegalega
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.22
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


2 Jejak:
hm rindu gelap jua....
siapa itu hee???
pagi Tya...
Pagi jua, Khomisah :)
Ada rindu yang ga bisa disampaikan ke orangnya.. hehe..
Jadi cuma dirapal dalam sajak :D
*blushing*
Posting Komentar