
... Kita bisa salah mengucapkan, salah mengartikan dan salah menerjemahkan.
Hidup ini bagaikan bahasa asing bagi setiap orang.
Hatiku ; kau tahu, tak lebih tabah dari itu.
... Usai berselisih, aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 17032011





“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar