Selasa, Maret 15, 2011
Kuhentikan dulu
kau memasang langkah di kakiku
memasang ayun di lenganku
agar aku menjauh dan merindukanmu...
Purnamaku, sedang hujan di sini.
Kisah ini kuhentikan dulu untuk sementara,
jangan khawatir aku akan tetap melanjutkan bercerita
padamu sembari menyimpan harapan kelak akan
merajut cerita bersamamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


1 Jejak:
tahukah kau
debar rindumu
kan menemaniku
kala sepi
Posting Komentar