Senin, Februari 14, 2011
Tak mau miliki kamu
Kenapa harus aku miliki jika mendengarmu dari jauh saja sudah bisa membuatku terpaku.
Aku tak akan kembali ke jalanmu kalau likuannya terus menjajah akal pikirku.
Cari saja kebahagiaanmu di istana lain dan aku akan mengusahakannya juga sendiri.
Di lindap gerimis pagi, aku tetap lirihkan doa untukmu berkali-kali...
~ Thiya Renjana ~
Tempat kerja, Bandung/Selasa, 15022011
Dalam dingin gerimis...
Rintik: Yang Selesai
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.04
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar