Kamis, Februari 24, 2011
Kemudian Tidak Lagi
Bisa jadi nanti, kamu akan bilang cinta bukanlah hal yang luar biasa.
Lihatlah sayap kecil dari impian terjatuh luruh di samping daun
kecewa. Ia berkubang debu dan humus,
padahal ia meminta kejujuran air mata.
Sekarang cinta gurauanmu sudah sampai ke
pesisir Siring Kemuning, bukan? Yang sentiasa terbuka
Tetapi sejatinya tak ada.
Pasirnya digenggam riak untuk pulang
tersebab gelombang airnya meninggalkan diriku
sebanyak kamu mengunjunginya.
Dari balik punggung aku runuti jejak satu-satu dimulai
menjelang dhuhur hingga yang bernama separuh senja
kemudian tidak lagi...
~ Thiya Renjana ~
Ruang kerja,Bandung
Kamis, 24022011 - 03:38PM
Rintik: Yang Selesai
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 00.40
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar