Udara dingin, dalam cuaca berhujan.
Angin kencang mempermainkan daun-daun yang tampak ringkih bertahan di dahan.
Hari-hari bulan Februari, setahun yg lain terlewati.
Tak ada musim semi di sini, tetapi aku tak pernah lupa menghitung hari.
Rindu itu dia belah jadi dua.
Satu untuk masa lalunya, satu untuk masa depannya.
~ Thiya Renjana ~






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar