
... Bisa jadi nanti, kita masih sepakat berseteru
dan waktu boleh saja menepi.
dan waktu boleh saja menepi.
Sungguh, aku berharap gelengan.
Lalu kau menyapaku ramah sebagai kawan.
Lalu kau menyapaku ramah sebagai kawan.
Aku kembali ke pantai asa,
tapi tetap tak menemukan siapa-siapa...
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 28012011
Kenapa sulit menghapusku, Bas?





“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar