
Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan,
mengeluh, dengan berbagai cara,
kepada Rabb-nya.
Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita
dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a
dengan berendah-hati kepada-Ku;
Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua
kelimpahan yang engkau terima,
yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku."
Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu:
dia ramuan-penyembuhmu,
dia hadiah untukmu,
dia yang menguasai hatimu; karena dia,
engkau bergegas ber-khalwat bersama Rabb-mu
dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya.
~ mevlana jalaludin rumi ~





“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar