Aku selalu membuka jendela sejak pagi.
Menanti aroma sajak yang kau titipkan pada matahari.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 24122010
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.07
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
2 Jejak:
Salam,
menarik amat. salam kenal dari bumi bawah bayu...
:-P
Posting Komentar