Selasa, Mei 24, 2011
Muhammad: Para Pengeja Hujan #satu
... Di hati telah berjajar seribu puisi. Namun, kata apa pun yang dia runutkan, gagal ia bisikkan. Sebab, kenangan tentang perempuan itu memiliki kesadisan tak tertandingi untuk menyelusup tepat di pusat otaknya. #93
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar