Minggu, April 03, 2011
Menyisa Doa
Sedang membaca kenangan tahun lalu,
kemarin,
bahkan detik yang barusan lewat.
Ternyata tidak ada yang tersisa kecuali doa.
~ Thiya Renjana ~
Padmasanaku, Bandung. 02042011
Rintik: Nisfu Qolby
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 19.25
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar