Selasa, April 19, 2011
Jarak
Kata mereka rindu bisa melipat jarak yang terlalu jauh untuk diterka.
Bagaimana mungkin jarak selalu menjadi soal. Bila pada
malam yang kelam, bisa kulihat matamu kunangkunang.
Semakin ia gulita, semakin kau nyata.
~ Thiya Renjana ~
Ruang Kerja DPS Palasari, Bandung
20042011-01:48PM
#untuk pengajar Miftahus Sa'adah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar