”....dan, sesekali terasa, kelahiran adalah sebuah cangkir kehidupan di setiap pintu musim semi tiba, disuguhkannya beranda malam, beranda hari-hari dengan beraneka warna dahaga hidup dan berulang kali meneguknya : entah-sampai hitungan keberapa, dan adakah aromanya telah mengucapkan sesuatu yang berharga ? sebelum tak sempat lagi menagih satu tegukan untuk tegukan berikutnya. dan yang berharga adalah ketika tangan-tanganmu sanggup menjabat tangan mimpi dengan mesra, ya, dengan mesra ! sebab ia, tangan-tanganmu, tak lagi terpenjara pada garis melengkung atau memanjang pada kedua telapaknya, ia, tangan-tanganmu, adalah lidah yang lain, yang akan berucap pada langit tentang segala apa yang kau pinta, ia, tangan-tanganmu, dicipta dengan satu tugas : bekerja keras membangun bahagia, meski malam akan merahasiakannya ! dan sesekali tidak ada kerugian yang menyelinap diantaranya, sebab, ia, tangan-tanganmu adalah ucapan kata dan doa yang menjelma di depan wajah aslinya...
Selamat Ulang Tahun, adikku yang terindah.....”
05.03.2011






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


1 Jejak:
:) Hm, ya...
ucap selamat yang sangat mengesankan :)
Posting Komentar