Mengamini kata Kak Bahauddin Amyasi,
"jika begini caramu membuatku rindu, aku sangat setuju!
Karena aku selalu membutuhkanmu, lebih dari sekedar candu!"
...
Semacam dendam.
Terkadang aku berharap kamu gelisah merindukanku.
Dan menyesal.
.....
Mendadak jadi bodoh.
Menulis apapun tentangmu padahal tahu kamu tak peduli, tak baca, takkan pernah tahu.
Tersebab kita berbeda dunia.
Aku di dunia yang serba klise, sedang kamu, di dunia yang sebenarnya,
yang tidak mengenal kata perpisahan.
Mendadak jadi bodoh.
Menulis apapun tentangmu padahal tahu kamu tak peduli, tak baca, takkan pernah tahu.
Tersebab kita berbeda dunia.
Aku di dunia yang serba klise, sedang kamu, di dunia yang sebenarnya,
yang tidak mengenal kata perpisahan.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 0032011






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar