"Melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar,
namun ketika kita membuat kesalahan itu sendiri,
dan berulang-ulang,
maka tentu sudah terjadi anomali terhadap fitrah kepribadian kita..."
(TBC Rabu 2 Feb)
~ Babas ~
Percaya dan tidak dipercaya sudah tak berarti lagi buatku.
Tak akan mengubah segalanya
Tak akan guna walau masih kubawa
Takkan nyata walau harus dipaksa.
Dunia kita tak ada
Terpisah jarak, waktu, beda.
Ketika kamu telah pergi.
Mungkin aku perlu belajar lagi.
Bahwa cinta tak perlu dikaji berkali-kali.
Ia hanya perlu restu Ilahi.
~ Thiya Renjana ~
Bandung, 02022011 - 10:04AM






“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)


0 Jejak:
Posting Komentar