Jika kau menungguku di bukit dejavu, dan aku menunggumu di ladang perdu, maka kita hanya kan bertemu di sekarat waktu...
~ Thiya Renjana ~
Dan semesta baru mulai terbit di ufuk kerinduanku. Tempatku berbagi kata hati. Menulis dengan hati, membaca dengan hati. Hanya hati...
Rintik: Aku dan Sajak
Gurat Sajak oleh Semesta Renjana kala 23.04
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang yang dungu (sesat). Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah, dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ? kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapatkan kemenangan setelah terdzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 224-227)
4 Jejak:
Assalamualaikum,
ketemu kita di ladang puisi. salam kenal ;)
Puisi & sajak2nya sangat inspiratif dan bagus ukhti ..
Keep blogging & sukses selalu ya ..
Assalamua'alaikum ukhti...
salam awal perjumpaan....
aana fOlLLOw sekalian yah ukhti...
Posting Komentar